.
>>>>> SEMOGA SEMUA MAKHLUK HIDUP BERBAHAGIA <<<<<


ARTI MAHA ESA DALAM PANCASILA

ESA, awamnya orang akan selalu berpikir bahwa ESA itu adalah SATU. Sebenarnya bahwa ESA bukanlah EKA/SATU. Kita pasti tahu Pancasila pertama ? KETUHANAN YANG MAHA ESA Selama ini, kata "ESA" diartikan sebagai "SATU", sehingga penafsiran Sila Pertama menjadi "Ketuhanan yang SATU". Kemudian ditafsirkan lagi menjadi "Menyembah Tuhan yang satu" Maka kemudian ada orang yang bisa-bisanya bilang: Yang merasa bertuhan bukan Tuhan Yang Maha Esa, silahkan OUT dari bumi Nusantara. Yang sukanya menghina-hina agama, menggoyang-goyangkan keyakinan orang akan Tuhan Yang maha Esa, silahkan OUT dari bumi nusantara. Ada yang menyembah Tuhan 3, ada yang menyembah dewa - dewa, ada lagi yang menyembah pohon atau batu.. Namun sebenarnya ARTI KATA ESA BUKAN SATU. 


Kata satu dalam bahasa sansekerta adalah EKA , bukan ESA. Lihat saja di semboyan Bhineka Tunggal IKA/EKA. Bukan Bhineka Tunggal ESA, Esa itu tidak sama dengan Ika?Eka. Esa itu adalah kata dari bahasa Sanskrit yang bentuk kata bendanya adalah Etad artinya, as this, as it is or THE, ITU. Lebih simplenya ketika kita menyebutkan EKA atau satu, maka akan ada DWI atau dua. tapi tidak dengan ESA, dia adalah TUNGGAL, dan TUNGGAL tidak sama dengan SATU. Misal, kalo kita ditanya seseorang bahwa Tuhan itu satu, bagaimana kita menjelaskan definisi satu itu? Apakah satu itu dua minus satu, tiga minus dua atau empat minus tiga? Apakah Tuhan adalah bilangan? Karena kita menjelaskan dengan menggunakan bilangan. Dalam dunia persepsi, tiap jiwa memiliki persepsi tersendiri dan eksistennya keterbatasan persepsi dalam memahami Tuhan. Kebenaran yang dimilikipun juga bersifat relatif terhadap yang lainnya. Tiap persepsi jiwa memiliki kebenaran tersendiri yang tidak dapat dielakan. Kalau negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya adalah mengakui bahwa segala macam yang terhadirkan apa adanya itu adalah manifestasi dari sifat Ke Maha-an Tuhan. Dan Ketuhanan Yang Maha Esa artinya adalah Tuhan as it is. Tuhan dalam diriNya sendiri. Bukan "Tuhan" sebagai obyek akal kita. Tentu berbeda antara menyikapi Tuhan-as-it-is dengan Tuhan-as-obyek-akal. Kesemena-menaan dan kekerasan itu timbul karena kita menganggap pengertian akal anda tentang Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, sehingga mengabsolutkan pemahaman sekte. 


Jadi bisa kita simpulkan disini bahwa pihak yang menolak KeMaha-Esaan Tuhan adalah pihak yang semena-mena memaksakan pengertian Tuhan menurut kelompoknya sendiri, mengingkari keberagaman apa yang hadir mendunia as it is. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu jangan diartikan secara sempit dengan agama. Seseorang boleh dengan keyakinannya sendiri terhadap Tuhannya masing-masing. Begitulah rumusan Ir.Soekarno dalam pidato hari lahirnya Pancasila. Kutipan Pidato Soekarno 1 Juni 1945 lahirnya Pancasila Prinsip yang kelima hendaknya: Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Ketuhanan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat berketuhanan dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber-ketuhanan secara kebudayaan, yakni dengan tiada "egoisme-agama". Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang berketuhanan! Marilah kita amalkan, jalankan agama, baik Islam, maupun Kristen, dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain. Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini, sesuai dengan itu, menyatakan: bahwa prinsip kelima dari pada Negara kita, ialah Ketuhanan yang berkebudayaan, Ketuhanan yang berbudi pekerti yang luhur, Ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain. Pemelintiran arti ESA menjadi SATU ini dilakukan sejak zaman orde baru.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Editing Website | Bms_75
Copyright © 2014. Bms_75
Template Editing and Published by Bms_75
Proudly powered by Blogger